You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 70 Personel Gabungan Lakukan Pengawasan Produk Pangan di Lima Pasar Tradisional di Jaktim
photo Nurito - Beritajakarta.id

70 Personel Gabungan Awasi Produk Pangan di Lima Pasar Tradisional

Guna mengantisipasi beredarnya produk pangan yang mengandung zat kimia berhaya, sebanyak 70 personel gabungan melakukan pengawasan di lima pasar tradisional di wilayah Jakarta Timur, Rabu (27/7). Pengawasan ini sekaligus untuk mengecek harga-harga komoditi pasca Idul Fitri 1443 H.

Belum ditemukan adanya produk pangan yang mengandung zat kimia berbahaya dari lima pasar itu

Personel gabungan dari unsur Sudin KPKP, Bagian Perekonomian, Sudin PPKUKM dan Korwas Polda Metro Jaya ini melakukan pemeriksaan produk pangan di Pasar Klender SS, Pasar Perumnas Klender, Pasar Sawah Barat, Pasar Ciplak dan Pasar Pondok Bambu. Mereka mengambil sejumlah sampel produk pangan  untuk diperiksa di laboratorium yang disiagakan di Pasar Klender SS.

Ada pun produk pangan yang diperiksa antara lain, ayam potong, tahu, aneka jenis sayur mayur, produk pangan olahan seperti bakso, tahu, sosis dan komoditi lainnya.

Pengawasan Produk Pangan Digencarkan Jelang Lebaran

Menurut Kasudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kota Jakarta Timur, Ali Nurdin, giat ini rutin dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya produk pangan berbahaya yang mengandung zat kimia. Seperti boraks, rodhamin, formalin, methamin yellow dan sejumlah zat kimia berbahaya lainnya.

"Ini untuk memberikan keamaan pangan, agar aman dikonsumsi. Sejauh ini belum ditemukan adanya produk pangan yang mengandung zat kimia berbahaya dari lima pasar  itu," ujar Ali.

Disebutkan, dalam pengawasan ini tim gabungan juga mengecek harga-harga komoditi. Hasil pengawasan sementara, sejumlah komoditi mulai menurun harganya. Misalnya harga bawang merah turun dari Rp 80 ribu per kilogram menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Kemudian cabe merah krinting dari Rp 120 ribu per kilogram menjadi Rp 80 ribu per kilogram, cabe merah besar dari Rp 180 ribu per kilogram menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Selain itu, telur ayam juga turun dari Rp 29 ribu per kilogram menjadi Rp 28 ribu per kilogram.

Penurunan harga komidit ini, diakui Ipin (43), salah seorang pedagang sayur di Pasar Klender SS. Menurutnya, penurunan harga sejumlah komiditi ini sudah terjadi sejak sepekan lalu.  

"Harga komoditi saat ini memang mulai turun dan cenderung normal.Mudah-mudahan ke depan harganya tetap stabil agar penjualan juga tidak mengalami kendala," harapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6768 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6073 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1385 personDessy Suciati
  4. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1260 personAnita Karyati
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1209 personAldi Geri Lumban Tobing